Posts Tagged ‘media’

THE LOCAL MEDIA AND POVERTY

Thursday, February 26th, 2015

Qualitative Content Analysis, Trend of News Poverty in Yogyakarta by Local Media Online ‘Kedaulatan Rakyat’ and ‘Tribun Jogja’

Author : Lisa Lindawati

Abstract

The media are important actors in building public discourse. Its strength as an agenda setter is able to direct attend the public, including the policy makers. The media seemed to be a selector for the various elements to determine which issues are crucial and which are not. With this power the media has a strategic role in mainstreaming various crucial subjects that require immediate action. One of them is poverty. Poverty remains a major agenda in this country. Unfortunately, the role of the media in this issue is not yet optimal. It was shown in a study conducted in the local media in Daerah Istimewa Yogyakarta, which incidentally is a poor region in Indonesia.

First, the issue of poverty is expected to become the mainstream has not been able to for reviews sharply from the local media. It is seen from the low level and consistency coverage preaching. Local media tend to focus on events, not on issues that require digging deeper. Second, poverty reports in local media online still tend to rely on formal sources and provide minimal space for the voice of the grassroots. Consequently preaching poverty tend to examine the problem from one side (one-sided). This is contrary to the spirit that carried cover both-side in journalism itself. Method of delivery is an indicator neutral objectivity. Unfortunately, neutrality makes news, in the local online media, poor interpretation. This is related to the third conclusion, that the media have not been sensitive in capturing the issue of poverty. Poverty is still seen as dealing with charities that contrast with the spirit of empowerment that should be the spirit of the current development. In addition, the media also have not been able to define the root causes of poverty firmly. Interestingly, more daring media define an appropriate solution to poverty reduction.

We need to think about the future of the media regarding their role in poverty alleviation. The results of this study are expected a picture of extending the relationship and the beginning of the media’s role in these issues. Hope for the future, various stakeholders should strive to enable the media as an accelerator of development, especially poverty reduction. It takes a special association to discuss the issue. Followed by a variety of training and work for poverty-prone areas. If necessary, the model may be initiated an award for journalists able to preach poverty well. Thus journalists superior to understand the issue and proclaim correctly. Furthermore is to produce news that affects the handling of poverty itself.

For further information about this research please contact me

‘MENGERASKAN’ SUARA DESA

Saturday, December 20th, 2014

Studi Kasus Peran Media Lokal Online dalam Mengarusutamakan Wacana Desa sebagai Komunitas Mandiri di wilayah Kabupaten Banyumas Jawa Tengah pada tahun 2013-2014

Author: Lisa Lindawati, Rezha Rosita Amalia, Rani Eva Dewi

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadikan informasi dan komunikasi sebagai elemen penting penggerak masyarakat. Disamping itu, perkembangan TIK menggeser otoritas media sebagai produsen tunggal informasi dalam ruang publik. Hal ini memberikan peluang bagi komunitas masyarakat rentan, dalam konteks ini adalah masyarakat desa, untuk melakukan percepatan pembangunan. Salah satu strateginya adalah dengan mempunyai akses dan kemampuan produksi serta kontrol informasi untuk membangun representasi dan komunikasi yang tepat dengan berbagai stakeholder. Hanya saja bukan berarti menanggalkan peran media arus utama sebagai pembangun wacana. Yang perlu dilakukan adalah menemukan model sinergitas antara kekuatan media komunitas dan media arus utama dengan optimalisasi pemanfaatan TIK dalam mendorong Kemandirian Komunitas Desa. Setelah sebelumnya melakukan penelitian terkait dengan kekuatan media komunitas, peneliti ingin menggali kekuatan media arus utama dalam mendorong kemandirian masyarakat. Targetnya adalah memetakan peran media arus utama, lebih spesifik adalah media lokal online, dalam mengarusutamakan informasi Desa.

Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan metode studi kasus. Metode ini memberikan fleksibilitas peneliti untuk mengumpulkan data dengan menggunakan variasi metode pengumpulan. Selain itu, metode ini mampu mengejar kedalaman dan keunikan suatu fenomena untuk kemudian direfleksikan dalam konteks yang lebih luas. Peneliti mengambil kasus di wilayah Kabupaten Banyumas dengan pertimbangan perkembangan media komunitas dan media lokal yang sangat dinamis. Lebih spesifik, peneliti memilih dua harian online terkemuka di wilayah tersebut, yaitu Radar Banyumas (www.radarbanyumas.co.id), dan Satelit Post (www.satelitnews.co).

Dari hasil penelitian, peran media arus utama dalam menguatkan wacana Desa belum dapat dikatakan signifikan. Pasalnya, konsistensi atas isu Desa masih sangat minim. Dari sudut pandang media arus utama, terutama media lokal, Desa memang sudah selayaknya mendapat koverasi yang dominan. Hanya saja sumber daya liputan dan keluasan wilayah Desa tidak berimbang. Disamping itu, belum ada kebijakan redaksional yang secara eksplisit memprioritas isu penting Desa. Hal ini menyebabkan pemberitaan mengenai Desa terlihat tidak konsisten dan tidak terkonsep. Belum ada pembingkaian yang tegas dalam mewacanakan isu Desa.

Selain belum konsisten, isu yang dikembangkan dalam media arus utama lebih banyak yang bernada negatif dibandingkan dengan positif. Desa lebih banyak ditempatkan sebagai objek dari berbagai program pembangunan alih-alih ditempatkan sebagai subjek yang aktif mengembangkan dirinya sendiri. Hal ini juga dapat dilihat dari pemilihan narasumber dimana komunitas Desa tidak diberikan tempat yang strategis. Suara pemerintah Daerah masih menjadi primadona yang menjadi dasar pembingkaian media. Dalam konteks ini, pemahaman mengenai nilai berita dianggap menjadi penyebab perbedaan persepsi antara jurnalis profesional dengan warga Desa ataupun Jurnalis Warga. Sehingga, isu yang dianggap penting oleh Desa belum tentu dilihat sebagai isu yang bernilai berita. Pemahaman inilah yang harus dilihat secara serius dalam menemukan model sinergi yang tepat.

Media lokal mengakui lemahnya peran mereka dalam mengatusutamakan wacana Desa. Berita baiknya, mereka mempunyai iktikad baik untuk meningkatkan perannya dalam memberdayakan komunitas Desa. Terlebih dengan disahkannya UU Desa No 6 tahun 2014, dimana Desa diberikan otoritas yang lebih besar dalam mengelola pembangunannya. Perlu ada sinergi antara jurnalis media lokal dengan para jurnalis warga ataupun masyarakat Desa pada umumnya. Salah satu langkah konkrit yang dapat dilakukan adalah dengan menginisiasi sebuah forum yang mempertemukan dua elemen tersebut. Dengan demikian, media tidak lagi memarginalkan suara Desa tetapi justru membantu mengeraskan suara Desa.

For further information about this research please contact us